Sabtu, 18 Oktober 2008

Sriwijaya Pesta Gol,Deltras Antiklimaks

SEMARANG - Tim-tim mapan mulai rakus gol. Setelah Persipura mampu melibas lawan-lawannya dengan kemenangan telak, tadi malam (18/10) giliran Sriwijaya FC (SFC) berpesta gol. Tim besutan Rahmad Darmawan itu menaklukkan tamunya, Persita Tangerang, dengan skor 6-0 di Stadion Jakabaring, Palembang.

Sedangkan pertandingan lainnya, PSM Makassar memaksa tuan rumah Pelita Jaya Jawa Barat seri 1-1 di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Bandung.

Hasil dari dua pertandingan itu tidak mengubah posisi klasemen sementara Indonesia Super League (ISL). Perubahan posisi terjadi pada PSIS Semarang yang kemarin sore mengalahkan Deltras dengan skor 1-0 di Stadion Jatidiri, Semarang.

Kemenangan itu membuat PSIS naik satu setrip dari peringkat ke-15 ke peringkat ke-14.

Tim berjuluk Mahesa Jenar itu menang 1-0 lewat gol penalti Gaston Castano pada menit ke-59. Namun, performa PSIS masih jauh dari yang diharapkan.

Sejumlah peluang emas hilang percuma karena masih buruknya penyelesaian akhir. Gaston Castano sebagai target man bahkan membuang satu kesempatan emas ketika sudah berhadapan dengan kiper Mukti Ali Raja. Sementara lini belakang PSIS juga masih menyisakan celah. Edson Leonardo yang dalam tiga laga terakhir selalu dibangkucadangkan kemarin mendapat kepercayaan sebagai starter mengantikan Idrus Gunawan yang terkena akumulasi kartu. Edson menjawab kepercayaan pelatih dengan bermain lugas tanpa kompromi. Namun, beberapa kali lini pertahanan terlihat miskomunikasi. Beruntung, tim tamu gagal memanfaatkan peluang menjadi gol.

''Saya akui, PSIS memang kurang agresif dalam pertandingan ini. Mungkin karena Deny Rumba tidak bisa dimainkan karena sedang demam. Finishing touch juga masih buruk. Banyak peluang yang lewat begitu saja. Tapi, hasil tiga poin ini tetap harus disyukuri meski gol tercipta dari titik putih,'' ujar Ahmad Muhariah, asisten pelatih PSIS.

Penalti diberikan wasit Fiator Ambarita (Bandung) karena Dwi Joko melakukan handsball di kotak terlarang. Pemain senior Deltras itu lupa menyembunyikan tangannya ketika mencoba menghalangi pergerakan Feri Ariawan di kotak penalti. Keputusan Fiator sama sekali tak diprotes pemain Deltras karena memang tampak jelas tangan Dwi tersentuh bola. Gaston sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan berhasil mengcoh Mukti Ali Raja. Itu adalah gol ketiga Gaston sepanjang memperkuat PSIS di Djarum ISL 2008/2009 ini. Semua tercipta dari tendangan penalti.

Karteker pelatih Deltras M. Zein Alhadad mengakui, penampilan timnya antiklimaks. Namun, menurut dia, para pemainnya sudah bermain maskimal. ''PSIS bermain penuh ambisi untuk menang. Mereka tampil sangat percaya diri dan lebih beruntung karena mendapat penalti.

Sedangkan Deltras sudah bermain bagus, namun kurang tenang saat mendapatkan peluang,'' ujarnya.(smu/jpnn/Mazda)

Tidak ada komentar: